Mengejutkan!!, Suku kanibalisme ternyata ada di Indonesia

Halo guys, perkenalkan nama saya Ronardo Telombanua dari SMA swasta Kristen BNKP Gunungsitoli, di sini saya akan membahas tentang Suku kanibalisme yang ternyata ada di negara kita Indonesia.

Selamat membaca!!
Nah, gambar di atas merupakan salah satu suku di antara banyaknya suku di Indonesia. Nama suku di atas adalah suku Korowai. Suku ini berada di pedalaman Papua pegunungan dan Papua Selatan Indonesia.

Kabarnya Suku Korowai ini ditemukan oleh misionaris dari Belanda yang dipimpin oleh Johanes Veldhwizen pada tahun 1975 sampai 1978. Jumlah populasi penduduknya sekitar 3000 orang.


Gambar di atas merupakan rumah pohon khas suku Korowai. Maka dari itu Suku Korowai juga sering dikenal sebagai manusia pohon karena suku terasing ini tinggal di sebuah rumah yang dibangun di atas pohon yang ketinggiannya mencapai 5 meter hingga 30 meter. Hal inilah yang menjadi salah satu keunikan utama dari suku Korowai ini.

Rumah pohon ini terbuat dari susunan kayu hutan dengan lantainya yang terbuat dari ranting-ranting pohon, atapnya dari dedaunan hutan, dan untuk merangkai rumah ini digunakan tali rotan yang kuat untuk merekatkan dan untuk mencapai rumah pohon tersebut tangga panjang yang terbuat dari kayu disusun dari bawah.

Konon, alasan suku ini membangun rumah di tempat yang tinggi adalah agar terhindar dari serangan iblis. Suku Korowai menyakini bahwa wujud iblis tersebut menyerupai mayat hidup yang berkeliaran pada malam hari mencari keluarga mereka. Alasan lainnya adalah agar mereka terhindar dari ancaman binatang buas.

Suku Korowai ini juga merupakan salah satu suku di daratan Papua yang tidak menggunakan koteka. Mungkin teman-teman bertanya apa sih itu koteka? Jadi teman-teman arti dari koteka itu sendiri adalah pakaian. Di Suku Korowai kaum laki-laki hanya memakai kantong zakar dan sejenis dedaunan sebagai celana dan kaum wanita hanya memakai rok pendek yang terbuat dari daun sagu. 

Cara bertahan hidup Korowai ini masih sangat tradisional, cara bertahan hidup mereka hampir sama dengan cara bertahan hidup orang zaman dulu yang sepenuhnya masih bergantung pada alam. Kehidupan mereka ialah mengembara di hutan hidup berpindah-pindah atau nomaden, berburu binatang seperti kuskus, babi hutan hingga burung kasuari. Mereka juga bertani dan menogoh sagu untuk kehidupan sehari-hari. Pohon sagu adalah makanan utama mereka komam dan semua yang ada di hutan bisa mereka manfaatkan untuk bertahan hidup.

Ketergantungan terhadap alam sudah menjadi bukti kedekatan mereka dengan alam itu sendiri.

Alat-alat yang mereka gunakan masih sangat sederhana seperti bambu yang tajam untuk mengolah daging bambu sebagai penampung air dan juga untuk memasak air. Hewan peliharaan mereka biasanya babi, bagi Suku Korowai ini babi merupakan hewan yang tidak sembarangan karena memiliki nilai sosial yang tinggi dan biasanya hanya digunakan saat ritual atau acara khusus.

Hal unik lainnya adalah suku Korowai ini tidak memiliki sistem kepemimpinan seperti kepala suku, ketua adat atau pemimpin lainnya. Meskipun demikian kehidupan Mereka terlihat harmonis Selama ratusan tahun. Hal ini karena bagi mereka tidak ada perbedaan artinya kehidupan mereka setara baik laki-laki maupun perempuan memiliki kedudukan yang sama.

Suku ini masih menjunjung tinggi hak orang lain, mereka tidak boleh memanen tanaman orang lain ataupun mengambil buruan orang lain yang bukan milik mereka, karena apabila mereka melakukan hal itu mereka percaya bahwa alam sendiri yang akan membalasnya.

Dalam tatanan kehidupan mereka, suku ini sudah mengenal pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan, di mana kaum pria bertugas menebang pohon dan pergi ke hutan untuk berburu sedangkan kaum perempuan biasanya bertugas mengasuh anak dan mencari sagu, dan tidak jarang juga terjadi pertukaran peran. 

Jadi, Apakah Suku Korowai ini termasuk suku yang menerapkan sistem kanibalisme? 

Suku ini meyakini bahwa membunuh dan memakan jasad seseorang merupakan satu-satu nya cara membalasnya dendam padaiblis atau KHAKUA yang di anggap mengambil jiwa orang tersebut. suku korowai ini meyakini bahwa orang yang sakit lama di sebabkan oleh roh-roh jahat atau KHAKUA sehingga dengan memakan jasad mereka meyakini sudah memakan iblis tersebut. 

Keberadaan suku di Indonesia terbilang sangat beragam dan banyak. Keberadaan ini membuat Indonesia semakin kaya dan semakin indah bila di pandang oleh negara lain. Indonesia sebagai negara kepulauan pasti membuat banyak sekali suku bermunculan. oleh karena itulah mari kita menjaga kelestarian budaya dan suku yang ada agar keberagaman dan persatuan tetap terjaga dan lestari hingga akhir nanti.

Sekian atas penjelasan saya mengenai suku korowai ini. Semoga para pembaca semakin tertarik dengan keberagaman yang ada di Indonesia tetap melestarikannya dn menjaga toleransi antar sesama.


Komentar

  1. Mantap, sangat mengedukasi pembaca

    BalasHapus
  2. Bagus cerita nya sangat membantu dalam pengetahuan

    BalasHapus
  3. Ini berita bagus..kita doakan misionaris dapat memberi semangat hidup dan pemerintah memperhatikan pendidikan mereka

    BalasHapus
  4. Hebat dek .ceritanya mengejutkn yah .semngt dek ya

    BalasHapus
  5. Sangat bagus..mantap

    BalasHapus
  6. Mantap cerita yang menarik semangat untuk Ronal sukses terus👍

    BalasHapus
  7. Keren banget suku ini

    BalasHapus
  8. wah baru denger ceritanya bahwa suku kanibalisme ada di Indonesia

    BalasHapus
  9. Informasi yg sangat menarik 🔥

    BalasHapus
  10. Semangat ank bangsa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desa Bawömataluö, Adat atau mengejar "ZAMAN"

Proses yang melelahkan dengan hasil yang "MEMUASKAN"

Pecahkan rekor MURI, "LOMPAT BATU" Khas pulau nias