Desa Bawömataluö, Adat atau mengejar "ZAMAN"

Nama : Carli Abdi Daeli
Kelas : XII IIS

Desa Bawömataluo adalah salah satu desa di kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Sebelumnya menjadi wilayah kecamatan Teluk Dalam dan menjadi wilayah Kec. Fanayama berdasarkan Perda No. 12/2008. Desa ini terdiri dari 9 dusun dan berada pada ketinggian di atas 324 m dari permukaan laut. Sebelumnya desa ini masuk Kecamatan Telukdalam. Namun, setelah Kecamatan Telukdalam mengalami pemekaran wilayah, beberapa desanya masuk ke dalam hasil pemekaran kecamatan Teluk Dalam, yakni kecamatan Fanayama.



Desa Bawömataluo didirikan pada abad ke-16 oleh masyarakat Nias yang bermigrasi dari daerah lain. Desa ini berkembang menjadi sebuah pemukiman yang besar dan menjadi salah satu desa tradisional yang paling terkenal di Nias. Desa Bawömataluo terkenal dengan arsitektur tradisionalnya yang unik. Rumah-rumah tradisional di desa ini dibangun dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu, bambu, dan atap rumbia. Rumah-rumah ini memiliki bentuk yang khas dengan atap yang curam dan dinding yang terbuat dari kayu.

Masyarakat Desa Bawömataluo masih menjaga tradisi dan budaya mereka dengan baik. Mereka memiliki beberapa tradisi unik seperti upacara adat, tarian tradisional, dan musik tradisional. Masyarakat desa ini juga terkenal dengan kerajinan tangan mereka seperti ukiran kayu, anyaman bambu, dan tenun. Desa Bawömataluo telah menjadi salah satu tujuan wisata yang populer di Sumatera Utara. Wisatawan dapat menikmati keindahan alam, budaya, dan arsitektur tradisional desa ini. Mereka juga dapat berinteraksi dengan masyarakat lokal dan belajar tentang tradisi dan budaya mereka.

Desa Bawömataluo telah menerima beberapa penghargaan karena keunikan budaya dan arsitektur tradisionalnya. Pada tahun 2011, desa ini dianugerahi penghargaan "Desa Wisata Terbaik" oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Namun seiring perkembangan zaman, masyarakat disana mulai kewalahan dalam menjaga rumah adat mereka dalam bentuk tradisionalnya. Banyak perubahan terjadi akibat perkembangan zaman dan kewalahan warga untuk menjaga rumah adatnya, seperti perubahan bahan bangunan yang sebelumnya dari daun rumbia menjadi seng, papan kayu menjadi beton, hingga kurangnya pembersihan rumput di sela-sela jalan.


Hal ini harus di berikan perhatian khusus dari pemerintah. Apalagi Desa bawömataluo ini merupakan salah satu ikon budaya pulau Nias yang terkenal karna keindahan dan cara mereka mempertahankan budaya mereka. Pemerintah harus melestarikan keindahan budaya desa ini seperti memberikan bantuan dana hingga membuat tim khusus untuk menjaga kebersihan desa bawömataluo ini.

Dengan melestarikan serta mempertahankan Desa bawömataluo, hal ini sama dengan mempertahankan budaya hingga rupa dari pulau Nias bagi dunia luar. Budaya ini juga termasuk dalam keanekaragaman yang ada di Indonesia yang dimana membuat Indonesia menjadi negara yang indah dan elok bagi dunia luar.

Untuk sekarang, Desa bawömataluo memang masih berusaha untuk mempertahankan adat dan budaya mereka. Namun, efek dari perkembangan zaman hingga kepraktisan yang di suguhkan dapat membuat hati mereka tergoda. Lalu bagaimana menurutmu yang harus di lakukan oleh pemerintah dan warga setempat? tulis di kolom komentar!!!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Proses yang melelahkan dengan hasil yang "MEMUASKAN"

Pecahkan rekor MURI, "LOMPAT BATU" Khas pulau nias